ARTIKEL

& BERITA

blog

OFFLOAD BAGASI

DIVALOGISTIK - Untuk pesawat komersial yang mengangkut penumpang, bagasi penumpang menjadi prioritas dibandingkan barang-barng cargo, namun ada beberapa penyebab yang membuat bagasi penumpang harus di offload atau tidak dimuat ke dalam compartment pesawat Jika penumpang membatalkan penerbangan (cancel) maka akan dilakukan pengecekan terhadap manifest (data) bagasi yang sudah naik ke dalam pesawat, dan jika nomor bagasi tersebut ada/tercantum di dalam manifest, maka bagasi tersebut harus segera di turunkan dari pesawat dan segera dikembalikan kepada penumpang yang membatalkan keberangkatannya bagasi yang dibawa penumpang berupa Dangerous Good Baggage (barang yang membahayakan penerbangan), barang tersebut misalnya bahan peledak, senjata tajam, gas beracun, benda yang bersifat radio aktif (mengeluarkan signal radiasi yang berbahaya bagi manusia, binatang, dan barang lainnnya), dan masih banyak lagi barang lainnya yang termasuk kedalam golongan dangerous good, maka barang tersebut harus di turunkan dari pesawat. Jika terjadi cuaca buruk, maka PIC(Pilot in command) akan meminta tambahan bahan bakar, hal itu dilakukan karena jika suatu saat pesawat tidak dapat mendarat di bandara tujuan, maka pesawat akan mendarat darurat di bandara lain yang jaraknya dekat dengan bandara tujuan tersebut, dan jika penambahan bahan bakar tersebut dilakukan dan load(daya angkut) pesawat sudah melampaui batas, maka alternatif pertama adalah melakukan offload(menurunkan kembali) barang cargo yang sudah naik, dan jika beban masih berlebih maka sebagian atau bahkan semua bagasi penumpang akan di offload(di turunkan kembali dari pesawat) Dan selain alasan diatas, maka melakukan offload terhadap bagasi bawaan penumpang tidak boleh dilakukan.